Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang
mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan,
dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan
yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.
singkatnya Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.Jadi,untuk mewujudkan rasa nasionalisme kita harus cinta terhadap tanah air.dengan cara menjaga,mempertahankan wilayah tanah air agar tidak diambil pihak lain.Dan mempertahankan kebudayaan lokal dan tidak terlalu terpengaruh budaya luar.Serta Berusaha Mewujudkan Cita-cita dan tujuan bangsa indonesia.
singkatnya Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.Jadi,untuk mewujudkan rasa nasionalisme kita harus cinta terhadap tanah air.dengan cara menjaga,mempertahankan wilayah tanah air agar tidak diambil pihak lain.Dan mempertahankan kebudayaan lokal dan tidak terlalu terpengaruh budaya luar.Serta Berusaha Mewujudkan Cita-cita dan tujuan bangsa indonesia.
Namun adanya pengaruh barat yang sedang melanda generasi
muda di Indonesia ini terlihat dari
Cara berpakaian dan berpenampilan
yang mengadopsi budaya dari barat yang kurang sesuai dengan kebudayaan di
Indonesia yang mayoritasnya agama Islam,yang dulunya pakaian yang dikenakan para generasi muda kita tertutup.Penyalahgunaan
teknologi informasi yang seharusnya digunakan untuk hal yang positif,akan
tetapi kemajuan teknologi yang ada hanya digunakan untuk media hiburan semata
bahkan banyak yang menggunakannya untuk hal yang berbau negatif seperti untuk
kejahatan dan pornografi.Sekarang ini
banyak mengatakan lagi demam virus korea dan generasi muda lebih tertarik
dengan barang impor dibandingkan dengan produk buatan dalam negeri seperti Mc
donal, coca cola,pizza hut dan lain sebagainya.
Budaya daerah indonesia luntur? Maksudnya? Ya
benar, luntur disini diartikan kebudayaan bangsa sekarang sudah mulai luntur dari masyarakat kita karena
masyarakat khususnya kita para pemuda lebih condong senang meniru budaya-budaya
luar dari pada budaya asal kita sendiri. Seperti para remaja lebih sering
menggunakan pakaian yang merupakan kebudayaan barat seperti remaja perempuan
yang lebih senang menggunakan celana pendek, mereka melakukan itu agar terlihat
lebih cantik padahal salah karena tidak menutup aurat. Sesungguhnya itu telah
menyalahi budaya bangsa karena budaya bangsa terkenal dengan sopan santun dalam
berpakaian.
Bagi para
pemuda, nasionalisme hanyalah usaha membela bangsa guna mengusir penjajah.
Seolah-olah bagi pemuda masa kini nasionalisme bukan sesuatu yang penting lagi,
mereka beranggapan bahwa mereka perlu memiliki rasa nasionalisme hanya disaat
merekan hormat pada Bendera Merah Putih disaat upacara bendera hari senin di
sekolahnya. Semangat untuk berkorban, berbakti, dan berjuang demi bangsa dan
Negara cenderung hilang apalagi di era modern ini, perjuangan akan lebih berat.
Sebab musuh tidak sekedar berasal dari luar, bahkan sosok pada diri kita
sendiri. Musuh tersebut bisa berbentuk kebodohan, kemiskinan, kemalasan , dan
ketidakrelaan untuk berkorban terhadap bangsanya sendiri.
Hal ini terlihat
jelas bahwa memang nasionalisme golongan muda sekarang sedang diuji. Budaya
barat dengan mudahnya masuk dan mempengaruhi kepribadian bangsa. Apabila hal
ini tidak segera ditangani dengan serius maka kita tidak tahu bagaimana nasib
bangsa Indonesia beberapa tahun mendatang ketika pemerintahan mulai dipegang
oleh para pemuda yang memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan bangsa yang
ia pimpin.
Yang terjadi
saat ini, nasionalisme masyarakat Indonesia mulai terkikis akibat pengaruh
globalisasi yang semakin deras. Pengaruh tersebut sudah dirasa dalam berbagai
aspek kehidupan ekonomi, pendidikan,sosial, dan budaya. Utamanya globalisasi
sangat mengancam kaum muda karena kondisi psikis kaum muda terbilang masih labil
sehingga mudah terpengaruh dari luar. Mereka kurang sadar akan ancaman tersebut
dan kurang menganggap penting nasionalisme.
Banyak para
pemuda Indonesia yang merasa pemerintahan Indonesia sering menggunakan
kekuasaannya hanya untuk kepentingannya sendiri, bukan untuk mensejahterakan
rakyatnya. Banyak pemuda yang merasa kecewa akan hal itu dan akhirnya merasa
antipati terhadap keadaan bangsanya. Mereka sering kali menyampaikan
pendapatnya dengan cara unjuk rasa dan tidak dengan cara musyawarah yang mana
unjuk rasa ini sering menimbulkan kerusakan,kericuhan dan bahkan korban jiwa. Hali
itu dikarenakan mereka cenderung berfikir meskipun ia telah berupaya dan
melakukan banyak hal mengenai kelangsungan pemerintahan Indonesia, namun kadang
aspirasinya kurang ditanggapi pemerintah. Dan kebijakan yang tersusun hanya
berdasarkan dari hasil pemikiran pemerintah saja.
Banyak kita saksikan tawuran pelajar, pertikaian antar warga, premanisme,
ormas agama yang brutal, saling serang antar sesama, para pelajar yang hoby
nongkromg, dugem, mabuk di jalanan, dan parahnya tidak lagi menghormati orang
tua. Sungguh pemandangan yang ironis.dan patut untuk
diperhatikan oleh pemerintahan dan seluruh rakyat indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tambahan Tanggapan,Pertayaan,Kritik&Saran Anda Tentang Postingan Ini (Dilarang spam maupun ara dalam memberi komentar).