Minggu, 27 September 2015

Bangsa Indonesia Mulai Kehilangan Rasa Nasionalisme



   
Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

singkatnya  Nasionalisme ialah cinta pada tanah air, ras, bahasa atau sejarah budaya bersama.Jadi,untuk mewujudkan rasa nasionalisme kita harus cinta terhadap tanah air.dengan cara menjaga,mempertahankan wilayah tanah air agar tidak diambil pihak lain.Dan mempertahankan kebudayaan lokal dan tidak terlalu terpengaruh budaya luar.Serta Berusaha Mewujudkan Cita-cita dan tujuan bangsa indonesia.
Namun adanya pengaruh barat yang sedang melanda generasi muda di Indonesia ini terlihat dari Cara berpakaian dan berpenampilan yang mengadopsi budaya dari barat yang kurang sesuai dengan kebudayaan di Indonesia yang mayoritasnya agama Islam,yang dulunya pakaian yang dikenakan para generasi muda kita tertutup.Penyalahgunaan teknologi informasi yang seharusnya digunakan untuk hal yang positif,akan tetapi kemajuan teknologi yang ada hanya digunakan untuk media hiburan semata bahkan banyak yang menggunakannya untuk hal yang berbau negatif seperti untuk kejahatan dan pornografi.Sekarang ini banyak mengatakan lagi demam virus korea dan generasi muda lebih tertarik dengan barang impor dibandingkan dengan produk buatan dalam negeri seperti Mc donal, coca cola,pizza hut dan lain sebagainya.

Budaya daerah indonesia luntur? Maksudnya? Ya benar, luntur disini diartikan kebudayaan bangsa sekarang sudah mulai luntur dari masyarakat kita karena masyarakat khususnya kita para pemuda lebih condong senang meniru budaya-budaya luar dari pada budaya asal kita sendiri. Seperti para remaja lebih sering menggunakan pakaian yang merupakan kebudayaan barat seperti remaja perempuan yang lebih senang menggunakan celana pendek, mereka melakukan itu agar terlihat lebih cantik padahal salah karena tidak menutup aurat. Sesungguhnya itu telah menyalahi budaya bangsa karena budaya bangsa terkenal dengan sopan santun dalam berpakaian.

Bagi para pemuda, nasionalisme hanyalah usaha membela bangsa guna mengusir penjajah. Seolah-olah bagi pemuda masa kini nasionalisme bukan sesuatu yang penting lagi, mereka beranggapan bahwa mereka perlu memiliki rasa nasionalisme hanya disaat merekan hormat pada Bendera Merah Putih disaat upacara bendera hari senin di sekolahnya. Semangat untuk berkorban, berbakti, dan berjuang demi bangsa dan Negara cenderung hilang apalagi di era modern ini, perjuangan akan lebih berat. Sebab musuh tidak sekedar berasal dari luar, bahkan sosok pada diri kita sendiri. Musuh tersebut bisa berbentuk kebodohan, kemiskinan, kemalasan , dan ketidakrelaan untuk berkorban terhadap bangsanya sendiri.
     
Hal ini terlihat jelas bahwa memang nasionalisme golongan muda sekarang sedang diuji. Budaya barat dengan mudahnya masuk dan mempengaruhi kepribadian bangsa. Apabila hal ini tidak segera ditangani dengan serius maka kita tidak tahu bagaimana nasib bangsa Indonesia beberapa tahun mendatang ketika pemerintahan mulai dipegang oleh para pemuda yang memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan bangsa yang ia pimpin.
     
Yang terjadi saat ini, nasionalisme masyarakat Indonesia mulai terkikis akibat pengaruh globalisasi yang semakin deras. Pengaruh tersebut sudah dirasa dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, pendidikan,sosial, dan budaya. Utamanya globalisasi sangat mengancam kaum muda karena kondisi psikis kaum muda terbilang masih labil sehingga mudah terpengaruh dari luar. Mereka kurang sadar akan ancaman tersebut dan kurang menganggap penting nasionalisme. 
     
Banyak para pemuda Indonesia yang merasa pemerintahan Indonesia sering menggunakan kekuasaannya hanya untuk kepentingannya sendiri, bukan untuk mensejahterakan rakyatnya. Banyak pemuda yang merasa kecewa akan hal itu dan akhirnya merasa antipati terhadap keadaan bangsanya. Mereka sering kali menyampaikan pendapatnya dengan cara unjuk rasa dan tidak dengan cara musyawarah yang mana unjuk rasa ini sering menimbulkan kerusakan,kericuhan dan bahkan korban jiwa. Hali itu dikarenakan mereka cenderung berfikir meskipun ia telah berupaya dan melakukan banyak hal mengenai kelangsungan pemerintahan Indonesia, namun kadang aspirasinya kurang ditanggapi pemerintah. Dan kebijakan yang tersusun hanya berdasarkan dari hasil pemikiran pemerintah saja.

Banyak kita saksikan tawuran pelajar, pertikaian antar warga, premanisme, ormas agama yang brutal, saling serang antar sesama, para pelajar yang hoby nongkromg, dugem, mabuk di jalanan, dan parahnya tidak lagi menghormati orang tua. Sungguh pemandangan yang ironis.dan patut untuk diperhatikan oleh pemerintahan dan seluruh rakyat indonesia


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tambahan Tanggapan,Pertayaan,Kritik&Saran Anda Tentang Postingan Ini (Dilarang spam maupun ara dalam memberi komentar).